Emak-emak Kreatif, Sulap Limbah Plastik Jadi Barang Cantik

Salah satu hasil kerajinan tas dari limbah bungkus kopi. (foto/metrotv) Salah satu hasil kerajinan tas dari limbah bungkus kopi. (foto/metrotv)

SITUBONDO:  Banyak berdiam di rumah selama masa pandemi tidak membuat ibu-ibu di Desa Kotakan, Kecamatan Kota Situbondo, Jawa Timur kehilangan kreasi. Sebaliknya, mereka membuat kerajinan dari limbah plastik.

Dari tangan ibu-ibu Desa Kotakan ini,  sisa kemasan bungkus kopi, kresek dan plastik minuman diolah menjadi barang yang bernilai ekonomis. Mulai dari  tas, sarung kursi, tikar dan berbagai barang kebutuhan rumah tangga lainnya.   

Plastik-plastik kemasan kopi, mie instan, kresek serta minuman kemasan dengan telaten di bentuk sedemikian rupa menjadi barang bernilai ekonomis.  Hasilnya,  sangat membantu menambah penghasilan keluarga yang lesu akibat pandemi covid-19.

Kelompok pegerajin ini juga mendirikan bank sampah. Warga mengumpulkan sampah-sampah plastik dan selanjutnya dicuci bersih dan dipotong-potong sesuai ukuran.  Hasilnya sangat diluar biasa. 

“Kami bisa memproduksi berbagai barang dari limba plastik. Tikar dan sajadah serta sarung juga untuk kursi juga bisa. Kita produksinya sesuai permitaan melalui on line, “  ujar Rini, Ketua Kelompok Pengrajin.

Di masa pandemi ini,  ibu-ibu  mulai mengerjakan limbah platik dari pukul 9. 00 WIB hingga sore hari. Dalam sehari, bisa menghasilkan tas limbah plastik lima hingga enam buah.

“Ada sekitar sepuluh ibu-ibu yang ikut kelompok pengrajin ini. Harga barang juga sangat bersahabat dan bisa dijangkau semua kalangan masyarakat,  “ ujar Rini.

Untuk tas belanja dan tas bepergian dengan dipenuhi aksesoris sesuai permintaan dibandrol Rp 35 ribu hingga Rp 150 ribu.  Sedangkan tikar dari ukuran satu meter hingga dua meter dari harga Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu.

“Semuanya dengan bahan limbah plastik sisa kemasan kopi, mie instan dan kantong kresek, “ ujarnya.  

Rini mengaku omset penjualan dan permintaan pasar masa pandemi memang menurun dibanding saat normal sebelum covid-19. Namun dengan cara on line kini mulai mengair permintaan tas dan tikar.


(TOM)