Sosok dr. Uyik Unari Founder Eyelink, Berantas Kebutaan 11 Ribu Warga

Founder Eyelink Foundation, dr Uyik Unari, SpM(K), saat memeriksa pasien katarak di Bawean (Foto / Istimewa) Founder Eyelink Foundation, dr Uyik Unari, SpM(K), saat memeriksa pasien katarak di Bawean (Foto / Istimewa)

GRESIK : Founder Eyelink Foundation, dr Uyik Unari, SpM(K), terus berkeliling pelosok daerah untuk membantu memberantas kebutuaan. Kali ini aksi serupa digelar di Bawean, Gresik. Hingga kini yayasannya sudah memberikan operasi katarak gratis lebih dari 11 ribu orang.

Nampak beberapa lansia berjalan perlahan menuju tempat pemeriksaan kesehatan mata yang berada di Puskesmas Kecamatan Tambak. Dengan semangat, mereka mengikuti tindakan operasi katarak dan pterygium gratis.

"Bapak sudah hampir satu tahun melihatnya buram dan mata suka berair, susah beraktivitas seperti bekerja, mengaji dan beribadah karena katarak,” kata Mega, salah satu anak pasien, Sabtu 11 Februari 2023.

Melihat semnagat pasiennya, dr. Uyik Unari juga tak mau kelah. Tanpa lelah, dia terus melayani pasiennya dengan ramah dan sabar.

"Terlibat dalam aksi sosial ini menyenangkan, ada kebahagiaan yang tidak terungkapkan. Apalagi, melihat para pasien menjalani tindakan operasi katarak dengan hasil penglihatan yang baik, dan mereka bisa kembali produktif dan menjalankan ibadah dengan optimal,” ungkap dr Uyik.

baca juga : Aisyiyah Gresik Berencana Dirikan Pusat Kajian Seni Budaya Islami

dr Uyik memang terkenal sebagai salah satu spesialis konsultan kesehatan mata yang gemar melakukan operasi katarak gratis. Setidaknya sudah berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Banyuwangi, Mojokerto, Bali, hingga Kalimantan. Menurutnya, baksos untuk memberatas kebutaan ini harus sering dilakukan untuk menekan kebutaan akibat katarak.

"Ternyata banyak masyarakat, terutama di Pulau Bawean yang masih kesulitan mendapat pelayanan kesehatan mata, dan di daerahnya belum ada spesialis mata dan membutuhkan bantuan untuk penanganan ini,” ungkapnya.

Melakoni ribuan operasi katarak gratis semenjak tahun 2010, membuat Uyik semakin lihai menangani pasien. Bahkan kepuasan hingga ketenangan batin kerap ia dapatkan setelah mendapati para pasiennya tersenyum karena hasil tajam penglihatan yang membaik.

"Ucapan syukur pasien ini memberikan semangat yang begitu besar bagi saya, kebahagiannya tuh tidak terukur,” lanjutnya.

Ditanya soal biaya dan energi yang terkurang untuk baksos yang dilaksanakan, dokter yang juga berpraktik di National Lasik Center Surabaya ini mengaku tidak mempermasalahkan itu. Hingga kini, tercatat, Eyelink Foundation telah melakukan lebih dari 11 ribu operasi katarak gratis di Indonesia.

"Tenaga medis yang terlibat hingga biaya untuk baksos ini bisa diupayakan, tapi kalau pasien yang tidak memiliki akses kesehatan dan biaya akan lebih kasihan karena mereka lebih memilih membiarkan dan akhirnya terjadilah kebutaan,” terangnya.

Menurutnya, biaya dan energi tidak sebanding dengan kebaikan dan kebermanfaatan yang diterima masyarakat. Misi sosial yang ia gagas ini melibatkan banyak pihak, kolaborasi bersama instansi pemerintah, universitas, organisasi, dan banyak lainnya. Ia kerap melakukan kegiatan bakti sosial ini bersama rekan sejawatnya yang turut mendampinginya.

"Saya sangat bersyukur memiliki rekan sejawat yang turut terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial ini, semoga semakin banyak dokter mata yang melakukan aksi sosial dan bergandengan tangan menekan angka kebutaan di Indonesia,” ungkapnya.

Ia mengatakan, operasi katarak ini sudah menggunakan teknologi yang canggih yaitu phacoemulsification (tanpa jahit) yang prosesnya hanya hitungan menit (kurang lebih 15 menit) dengan pemulihan yang lebih cepat.

"Semoga pasien yang sudah mendapatkan Operasi Katarak Gratis ini bisa memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” imbuhnya.


(ADI)

Berita Terkait