Tiba di Tanah Suci, Jamaah Haji Asal Kabupaten Gresik Meninggal

Suhadak, jamaah haji asal Gresik meninggal sesaat tiba di tanah suci (Foto / Istimewa) Suhadak, jamaah haji asal Gresik meninggal sesaat tiba di tanah suci (Foto / Istimewa)

GRESIK : Seorang jamaah haji rombongan 8 kloter 9 asal Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, meninggal dunia saat tiba di tanah suci. Jamaah yang bernama Suhadak (58) tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Shofa Marwa Kecamatan Panceng, Gresik itu, telah dimakamkan di Pemakaman Baqi, Madinah. Suhadak meninggal karena sakit.

Ketua Tim Petugas Ibadah Haji (TPIH) sekaligus Pembimbing Kloter 9 Ahmad Badrus sebelum meninggal, Suhadak sempat mengeluh sakit sesaat turun dari pesawat Saudia Airlines yang tiba di Bandara Madinah pada Sabtu 27 Mei 2023 pukul 11.15 waktu Arab Saudi. Kemudian ia sempat dibawa ke unit kesehatan di Bandara Madinah.

“Namun, beberapa saat kemudian kami mendapat kabar yang bersangkutan sudah meninggal dunia,” katanya, Minggu 28 Mei 2023.

Selain Suhadak yang meninggal dunia, ada dua jamaah yang mengalami sakit. Satu orang menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan satu orang lainnya sudah diperbolehkan bergabung dengan rombongannya usai menjalani perawatan.

baca juga : Emak-emak Gasak Kalung Emas Anak di Pasar Campurejo Gresik

Ustad Ali Huda, Koordinator KBIH Masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik yang juga rekan Suhadak mengungkapkan, dia sempat bersama dengannya saat berada di Asrama Haji Sukolilo. Meski beda KBIH namun dia mengenal Suhadak sejak lama.

“Saat berada di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Kami sempat ngobrol dengan almarhum dan tidak terlihat mengeluh sakit. Bahkan, sewaktu naik pesawat bareng juga sempat guyonan. Saya terkejut saat dapat informasi kika Pak Suhadak meninggal dunia Sabtu siang,” ungkapnya.

Suhadak, kata Ali, memang belum sempat masuk Masjid Nabawi untuk beribadah karena kejadian sakit terjadi saat di bandara. Selanjutnya untuk proses pemakaman akan ditangani petugas TPIH Daker Madinah. “Biasanya yang meninggal dunia di Madinah akan dimakamkan di Pemakaman Baqi. Kami doakan semoga almarhum khusnul khotimah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kloter 9 Ahmad Badrus juga mengimbau kepada jamaah haji yang ada di Madinah untuk tetap menjaga kesehatan. Pasalnya, cuaca di Madinah sedang panas dengan suhu pada siang hari mencapai 44 derajat celcius. Dengan suhu 44 ini akan rawan terjadi dehidrasi.

“Kami juga terus memantau kesehatan pada jamaah tiap waktu. Selain itu kami bagikan bubuk oralit 10 sachet perjamaah untuk dikonsumsi sebelum beraktifitas demi menghindari dehidrasi lainnya. Tidak lupa juga dibagikan alat semprot wajah untuk membasahi wajah dan tubuh. Serta memperbanyak minum air putih,” pungkasnya.


(ADI)

Berita Terkait