Korban Keracunan Buka Puasa Bersama Bertambah Jadi 60 Orang

Korban keracunan massal mendapatkan perawatan intensif. (metrotv) Korban keracunan massal mendapatkan perawatan intensif. (metrotv)

MAGETAN: Korban keracunan makanan buka puasa di Kabupaten Magetan, Jawa Timur bertambah menjadi 60 orang. Mereka dirawat di puskesmas dan klinik untuk mendapatkan penanganan intensif.

Pegawai Puskesmas Plaosan, Wayudi  mengatakan, hingga saat ini total pasien yang mengalam keracunan makanan mencapai 60 orang.

"Ada 53 pasien yang dilarikan ke Puskesmas Plaosan, 41 orang rawat inap dan 4 orang pagi tadi sudah pulang. Sementara 12 orang menjalani rawat jalan, " ujar Wahyudi, Kamis 29 April 2021.  

Pihak kepolisian dan Dinas Kesehatan Magetan sudah mengambil sampel makanan dan  dikirim ke Laboratorium Surabaya untuk mengetahui penyebab keracunan tersebut.

Peristiwa keracunan massal ini terjadi pada Selasa 27 April 2021. Awalnya hanya 26 warga Desa Plumpungan, Kecamatan Plaosan yang dilarikan ke puskesmas dan klinik. Namun hingga malam hari korban terus bertambah.

Mereka mengalami gejala seperti diare,  pusing, mual dan dehirasi usai menyantap makanan berbuka puasa di salah satu masjid di desanya. Ada sekitar seratusan warga yang ikut berbuka puasa di masjid ini

"Saat ini, kondisi korban keracunan mulai membaik. Sebagian pasien masih diinfus untuk mendapatkan perawatan intensif, " ujarnya.

 


(TOM)