Estimasi Keberangkatan Haji Mendekati 100 Tahun, Ini Penyebabnya

Ilustrasi / Medcom.id Ilustrasi / Medcom.id

JAKARTA : Daftar tunggu keberangkatan haji dalam aplikasi Haji Pintar maupun laman Ditjen PHU Kemenag memperlihatkan estimasi yang semakin panjang. Bahkan ada provinsi dengan estimasi keberangkatan sampai lebih dari 90 tahun.

Kasubdit Siskohat Ditjen PHU Kemenag, Hasan Afandi, mengungkapkan semakin jauhnya kemunduran estimasi ini terjadi akibat bilangan pembagi daftar tunggu didasarkan pada kuota haji tahun berjalan. Angka pembagi yang dipakai adalah kuota tahun terakhir.

“Tahun ini kebetulan kuota haji Indonesia hanya 100.051 atau sektiar 46 persen dari kuota normal tahun-tahun sebelumnya,” kata Hasan, dikutip dari laman Kemenag.

Hasan menjelaskan untuk tahun ini, sebelum ada kepastikan keberangkatan haji hingga pertengahan Mei maka digunakan asumsi bilangan normal berdasarkan MoU dengan Arab Saudi pada 2020 lalu. Bilangan tersebut yaitu 210 ribu jemaah haji.

Tetapi sejak didapat kepastian kuota haji tahun ini 100 ribu lebih sedikit, bilangan pembaginya disesuaikan. Pengaruhnya, estimasi keberangkatan jadi semakin panjang.

Baca juga : Terungkap, Pelaku Penyekapan Gadis di Malang Ternyata Residivis Pencabulan

“Hal inilah yang secara otomatis menyebabkan estimasi keberangkatan semakin lama, sebab ketika kuota turun, maka otomatis estimasi keberangkatan anak naik,” kata dia.

Menurut Hasan, estimasi ini bakal terus berlaku sampai adanya kepastian kuota haji 1444 H/2022 M. Apabila kuota yang didapat Indonesia dari Saudi kembali normal ke 210 ribu atau lebih, estimasi keberangkatan haji akan berkurang.

Dia juga memastikan semakin panjangnya estimasi keberangkatan haji bukan lantaran tingginya pendaftaran pada Mei-Juni 2022. Karena jika pendaftar naik hanya berdampak pada jumlah pendaftar dan tidak berpengaruh terhadap estimasi keberangkatan jemaah yang sudah lama daftar.

Hasan pun berharap kuota tahun depan dapat kembali normal bahkan lebih. Sehingga estimasi keberangkatan bisa mengalami perubahan. “Bila kuota nasional kembali 100 persen, secara otomatis estimasi keberangkatan akan menyesuaikan kembali karena sistem aplikasinya memang begitu,” ucap dia.


(ADI)

Berita Terkait