Ringkus Pengedar Narkoba di Sampang, Mobil BNNP Jatim Hancur Dimassa

Mobil petugas BNNP Jatim hancur setelah diserang massa saat menangkap pengedar narkoba (Foto / Istimewa) Mobil petugas BNNP Jatim hancur setelah diserang massa saat menangkap pengedar narkoba (Foto / Istimewa)

SAMPANG : Mobil petugas BNNP Jatim dimassa saat hendak menangkap pengedar narkoba di Sokobanah, Sampang. Kaca depan mobil hancur setelah dihantam batu oleh warga. Diduga, mereka marah lantaran salah satu pengedar yakni HS  ditangkap atas kepemilikan narkoba seberat 3 kilogram
 
Kepala BNNP Jatim, melalui Kabid Pemberantasan, Kombespol Monang Sidabukke membenarkan kejadian itu. Menurutnya, secara kronologi saat itu petugas BNNP melakukan pemetaan terhadap kasus narkotika di wilayah tersebut.

"Petugas berpapasan dari arah berlawanan dengan seseorang yang diduga adalah tersangka DPO HS," terangnya.

Mendapati hal itu, lalu petugas putarbalik berusaha mengejar HS. Namun kehilangan jejak. Kemudian petugas BNNP Jatim, menuju polsek setempat yaitu polsek Sokobanah untuk berkoordinasi.

Setelah dilakukan koordinasi maka diputuskan untuk mencari HS di sekitaran lokasi saat berpapasan. Ternyata HS diketahui berada di sekitar rumahnya yang kemudian dilakukan pengejaran dan berhasil ditangkap dengan bantuan Polsek Sokobanah. Pelaku berhasil diamankan di dekat rumahnya di Sokobanah, Sampang.

Pada saat penangkapan itulah, terjadi tindakan penghadangan yang dilakukan oleh massa  yang membawa celurit dan kayu sembari berteriak teriak. Massa tampak berusaha menghalangi petugas BNNP Jatim dan Polsek Sokobanah untuk mengamankan HS. Sampai akhirnya DPO dibawa pergi oleh massa.

“Selanjutnya BNNP Jatim memberikan pengarahan kepada Kepala Desa dan tokoh masyarakat di daerah tersebut untuk mendukung BNN dan aparat hukum dalam melaksanakan tugas,” papar Kombes Pol Monang.

“Tujuh petugas datang mengamankan. Empat dari BNNP dan tiga dari Polsek Sokobanah. Petugas gak ada yang terluka dan tersangka dibawa lari warga,” panjutnya.

Kini petugas BNNP hanya bisa memberikan surat penangkapan dan berharap pelaku datang menyerahkan diri.


(ADI)