MOJOKERTO: Awan duka masih nampak menyelimuti di rumah almarhum salah satu kru KRI Nanggala 402, Sertu Ryan Yogie Pratama di Perumahan Grand Puri Resident, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu 1 Mei 2021.
Karangan bunga ucapan bela sungkawa dan pelayat terus berdatangan untuk memberi semangat kepada keluarga armarhum yang ditinggalakan, terutama istri dan anak Sertu Ryan.
Rumah almarhum sendiri belum sempat ditinggali bersama keluarga sejak dibeli tiga tahun lalu. Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Alma Hayana Hamid, 26 tahun, dan anak perempuan berusia 15 bulan Humaira.
Meski sangat terpukul, namun Alma mengaku telah mengikhlaskan kepergian suami tercintanya yang gugur saat menjalankan tugas akibat tenggelamnya KRI Nanggala- 402 di Selat Bali, pekan lalu. Sertu Ryan sendiri bertugas sebagai operator sonar satu KRI Nanggala 402.
"Saya sudah iklhas. Ke depannya saya belum tahu tinggal di sini atau tidak, biar diselesaikan dulu. Rumah ini adalah perjuangan beliau, setengah mati suami ingin punya rumah, tapi belum sempat ditinggali, " ucap Alma menahan air mata.
Tak hanya para tetangga, ucapan belasungkawa dan dukungan moril terhadap keluarga besar almarhum Sertu Ryan Yogie Pratama juga datang dari Forum Pimpinan Daerah Kabupaten Mojokerto.
"Kedatangan kami hari ini sebagai bentuk duka cita dan rasa kemanusiaan kepada keluarga awak Nanggala. Harapan kami semoga keluarga dapat dimudahkan, " ujar AKBP Dony Alexander, Kapolres Mojokerto.
(TOM)