JAKARTA: Presiden kelima Indonesia Megawati Soekarnoputri dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meresmikan patung Bung Karno di Lapangan Bela Negara Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta Pusat, Minggu, 6 Juni 202
“Momentum ini tidak hanya mengingatkan seluruh perjuangan Putra Sang Fajar tersebut," ujar Megawati yang juga anak pertama dari Soekarno ini.
Megawati mengatakan Bung Karno berperan mengenalkan Konferensi Asia Afrika (KAA) pada dunia yang diterima Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Bahkan, Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) mengakui KAA sebagai warisan dunia.
“Kita seharusnya bangga bahwa sebuah konferensi yang mungkin tidak akan ada lagi mengenai Asia-Afrika itu menjadi milik dunia," ucapnya.
BACA: Wabup Blitar Temani Wali Kota Surabaya Ziarah di Malam Kelahiran Bung Karno
Capaian Bung Karno lainnya, Gerakan Non Blok, Conference of the New Emerging Forces (Conefo), hingga Konferensi Internasional Anti Pangkalan Militer Asing (KIAPMA). Bung Karno juga berencana menggelar Konferensi Trikontinental tiga benua.
Patung Bung Karno, kata Megawati, menjadikan api sejarah perjuangan bangsa kembali bergelora. Dia berharap semangat itu membawa Indonesia semakin berdaulat dan maju dalam seluruh aspek kehidupan.
“Namun tetap kukuh pada karakter dan budaya bangsa," tutur Ketua Umum PDI Perjuangan itu.
Bung Karno dan Kuda Jinak
Disela-sela peresmian patung Bung Karno, Megawati Soekarnoputri juga mengenang kisah ayahnya latihan berkuda. Saat itu Bung Karno diminta menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Angkatan Perang pada 5 Oktober 1946 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
“Sebagai Presiden waktu itu, maka beliau minta dicarikan kuda yang jinak,” kenang Megawati membuka cerita.

Megawati mengatakan ibunya, Fatmawati sangat panik karena Bung Karno tidak tahu cara menunggang kuda. Namun, Bung Karno tetap meminta latihan berkuda karena sudah dipercaya menjadi inspektur upacara.
“Tidak dapat saya bayangkan dengar cerita itu panglima tertinggi kudanya jinak. Harusnya garang menurut saya,” kelakar Megawati.
Setelah latihan sekitar tiga hari, Bung Karno bisa menunggang kuda dan hadir sebagai inspektur upacara. Angkatan perang itu kini disebut sebagai TNI.
Kini, pose Bung Karno menunggang kuda diabadikan dalam bentuk patung. Megawati dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meresmikan patung itu hari ini.
“Atas nama seluruh keluarga besar Bung Karno sekali lagi saya ingin mengucapkan beribu-ribu terima kasih atas kehormatan yang menurut saya sangat luar biasa ini,” ujar Megawati.
(TOM)