Sudah Tiga Kali Terjadi, Penyebab Anjloknya KA Gajayana Masih Misteri

Kereta KA Gajayana anjlok setelah meluncur tanpa lokomotif (Foto / Metro TV) Kereta KA Gajayana anjlok setelah meluncur tanpa lokomotif (Foto / Metro TV)
MALANG : Anjloknya tujuh gerbong KA Gajayana tanpa lokomotif membuat semuanya terheran. Sebab, kejadian ini bukan pertama kalinya, melainkan sudah tiga kali. Bahkan hingga saat ini, PT KAI juga masih belum mengetahui penyebab pastinya.  

"Sudah tiga kali. Pertama gerbong terjadi 2000an, kedua di tahun 2011 gerbong KA Gajayana juga yang menewaskan satu bocah. Ini yang ketiga kejadiannya,” kata warga Slamet S Effendy.

Slamet menambahkan, pada 4 Januari 2011 sekitar pukul 13.10 WIB, empat gerbong rangkaian KA Gajayana tiba–tiba meluncur kencang dari Stasiun Malang Kota Baru ke arah Stasiun Malang Kota Lama. Kecepatan gerbong yang meluncurkan bahkan mencapai 40 kilometer per jam. Kereta akhirnya berhenti menabrak tiga rumah di Jalan Simpang Peltu Sujono RT 11 RW 9, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Imbas kejadian ini tiga rumah milik Misno (38), Jamil (50), dan Sutrisno (40). Selain itu, satu orang bocah anak dari Misno bernama Muhammad Nur Rosyid berusia 2,5 tahun tewas setelah sempat menjalani perawatan di RS Panti Nirmala, Kota Malang. Sementara adik Nur Rosyid yang berusia 1,5 tahun mengalami luka-luka, namun berhasil selamat.

"Kaget saja, ini sudah ketiga kalinya. Beruntung yang ini tidak ada korban jiwa atau luka-luka," ujar Slamet.

 


(ADI)