PDAM Surabaya Disentil Tak Alirkan Air Bersih ke Masyarakat Kecil

Arsip Foto - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mencoba air PDAM usai peresmian master meter di Jalan Karangan gang 5, Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Senin (30/5/2022). (ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya) Arsip Foto - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mencoba air PDAM usai peresmian master meter di Jalan Karangan gang 5, Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Senin (30/5/2022). (ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya)

Clicks: Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mempertanyakan tarif air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada yang tidak pernah naik sejak puluhan tahun lalu. Dia mengatakan tarif PDAM selama itu sama antara rumah kecil dan rumah besar.

“Seharusnya ada perbedaan tarif. Misalnya rumah di klaster perkampungan dengan klaster rumah mewah. Wong bayar PBB (Pajak Bumi dan Bangunan)-nya juga beda. Ini harus diubah. Jangan pernah takut. Kalau begini terus, akhirnya si miskin menyubsidi yang kaya,” kata Eri dikutip dari Antaranews.com, Kamis, 4 Agustus 2022.

Eri juga menyinggung keluhan warga kampung Blauran Kidul Gang 1 yang tidak mendapatkan air PDAM sejak 10 tahun karena jaringan pipa rusak. “Kawasan Blauran menjadi prioritas, dan ini menjadi catatan nanti ke teman-teman,” katanya.

 

BACA: PDAM Surabaya Siapkan Diskon Besar, Pelanggan Baru Hanya Bayar Rp200.000

 

Dia melanjutkan PDAM Surabaya memiliki kontrak kinerja dengan dirinya seiring terpilihnya Direktur Utama PDAM Surya Sembada yang baru, yaitu Arif Wisnu Cahyono.

“Kami punya target bahwa di tahun 2023 tidak ada lagi wilayah di Surabaya yang tidak teraliri air PDAM. Itu janji Dirut PDAM,” kata dia.

Menurut Eri, ada beberapa faktor di beberapa titik wilayah tidak bisa teraliri air PDAM, misalnya tidak ada pipa utama. Kemudian, tidak ada pipa kecil-kecil yang masuk ke kampung.

Menurut keterangan dari pihak PDAM Surya Sembada, kehilangan air akibat kebocoran dan kerusakan pipa cukup tinggi. “Kalau pipa itu segera diganti akan meniadakan kebocoran air sehingga wilayah lain bisa teraliri,” katanya.

Eri berpendapat, untuk perbaikan tersebut, PDAM dapat mengundang investor untuk ikut berinvestasi sehingga tidak pakai uang PDAM.


(SUR)