SURABAYA : Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyebut ada sembilan desa di Jatim yang belum menyalurkan dana desa 100 persen sepanjang 2020. Hal ini terjadi lantaran karena ada beberapa persoalan yang dialami sembilan desa tersebut.
"Jadi dari 7.724 desa di Jatim masih ada sekitar sembilan desa, belum menyalurkan dana desa 100 persen di 2020," kata Khofifah saat Rakor Percepatan Penyaluran Dana Desa dan Konsolidasi Pendampingan Desa 2021 di Jatim, di Surabaya, Jumat, 12 Februari 2021.
Khofifah menjelaskan dari sembilan desa itu, empat desa di antaranya berada di Kabupaten Sidoarjo, yakni Desa Besuki Kecamatan Jabon, Desa Ketapang Kecamatan Tanggulangin, Desa Kedungbendo Kecamatan Tanggulangin, dan Desa Porong Kecamatan Renokenongo. Keempat desa ini belum menyalurkan dana desa 100 persen, karena terdampak bencana lumpur lapindo.
Kemudian tiga desa di Kab Bojonegoro, yakni Desa Wotangare dan Desa Grebegan, Kecamatan Kalitidu, dan Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk. Kata Khofifah, penyaluran dana desa di tiga desa ini terhambat, karena perkara hukum dana desa 2019 oleh mantan kepala desa sebelumnya.
Lalu dua desa di Kabupaten Pamekasan, Madura, dan di Kab Pasuruan. Di Pamekasan, dana desa belum tersalurkan di desa Lesongdaja, Kecamatan Batumarmar, karena tidak ada titik temu antara penjabat kepala desa dan Badan Pemusyawaratan Desa (BPD).
Sedangkan di Pasuruan, ada satu desa yakni di Desa Susukanrejo, Kecamatan Pohjentrek yang belum menyalurkan dana desa 100 persen pada 2020. Berdasarkan identifikasi masalah, di desa ini terdapat beberapa kegiatan yang belum bisa dilaksanakan, karena sang kades belum diketahui keberadaannya sejak Agustus 2020.
"Nah, permasalahan-permasalah ini hasil iidentifikasi sepanjang masa penyaluran tahun 2020. Semoga tahun 2021 ini, masalah-masalah semacam ini bisa diminimalisir, sehingga Jatim bisa menyalurkan 100 persen dana desa," jelas Khofifah.
Pada 2020 Jatim memperoleh alokasi sebesar Rp7,570 triliun untuk 7.724 desa se- Jatim, dan 99,97 persen dana desa telah disalurkan atau setara sebesar Rp7,568 triliun. Sementara tahun 2021, Jatim memperoleh alokasi Rp7,569 triliun dana desa, dan sudah ada 709 desa yang mencairkan dana desa hingga 11 Februari 2021.
(ADI)