Sering Disiksa dan Tak Diberi Makan, PRT Probolinggo Kabur dari Rumah Majikan

Pariyem saat menceritakan kekerasan yang dialami kepada sejumlah wartawan (Foto / Metro TV) Pariyem saat menceritakan kekerasan yang dialami kepada sejumlah wartawan (Foto / Metro TV)

PROBOLINGGO : Seorang pembantu rumah tangga (PRT) di Kota Probolinggo terpaksa kabur dari rumah majikanya. Aksi ini ia lakukan kerena merasa tersiksa dan mendapat perlakuan tidak baik oleh sang majikan.

Korban adalah Pariyem (44) warga Gang Priksan, Kecamatan Jati, Kota Probolinggo. Dia kabur bersama anaknya yang masih berusia 9 tahun dari rumah majikanya  berinisial UN, warga Kelurahan Tisnonegaran, Probolinggo.

"Saya tidak tahan lagi. Majikan saya sering kasar dan tega tak memberi saya makan," kata Pariyem, Selasa 16 Februari 2021.

Penderitaan Mariyem tak hanya sebatas itu, majikannya juga tega tak membayarkan gajinya selama lima tahun. Pariyem menceritakan ia kabur dari lantai tingkat 2. Aksinya ini sempat dipergoki warga karena dikira maling yang hendak mencuri.

Beruntung kesalah pahaman ini terhenti setelah, Pariyem bercerita kalau dirinya tidak mencuri hanya saja ingin kabur karena merasa tidak betah bekerja.

Selanjutnya  korban dipulangkan ke rumah asalnya dan kini berkumpul bersama keluarga.

Sementara itu, UN  majikan Pariyem membantah kalau selama ini dirinya menyekap pembantunya. Selama ini hubungan antara Pariyem dan keluarganya baik baik saja.

"Permasalahan ini hanya salah paham, selama bertahun tahun menjadi prt makanan selalu tersedia," kata UN.

Sedangkan untuk honor pembantunya, UN sengaja tidak diberikan langsung karena  pembayaran tersebut dibayarkan melalui rekening tabungan agar bisa dimanfaatkan dimasa tua.

"Masalah ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan Pariyem tidak akan mempermasalahkan kasus ini lagi," terangnya.


(ADI)