Gemerincing Pohon Natal Lonceng Doa Masih Terdengar di Sidoarjo

Pohon Natal unik yang berdiri di halaman Gereja Katolik Santa Maria Annuntiata Sidoarjo. (metrotv) Pohon Natal unik yang berdiri di halaman Gereja Katolik Santa Maria Annuntiata Sidoarjo. (metrotv)

SIDOARJO:  Gemerincing  lonceng terdengar dari depan Gereja Katolik Santa Maria Annuntiata, Kabupaten Sidoarjo. Suara ini datang dari empat pohon Natal raksasa yang didirikan di halaman gereja sejak Jumat  25 Desember 2020.

Pohon Natal yang berdiri di halaman Gereja Katolik Santa Maria Annuntiata tak seperti biasanya. Tidah terbuat dari pohon cemara dan tak banyak ornamen hiasan.

Empat pohon Natal ini terbuat dari 600 lonceng lebih yang disusun seperti pohon cemara. Ketika tertiup angin akan mengeluarka suara gemerincing. Pada setiap lonceng tergantung kertas bertuliskan doa dari jemaat.  Berbagai doa dipanjatkan, namun kebayakan berharap agar pandemi covid-19 segera berlalu.

Pohon natal lonceng angin ini sengaja dibuat para pemuda  Gereja Katolik Santa Maria Annuntiata Sidoarjo. Pohon Natal setinggi 3 dan 5,5 meter dengan diameter 2 meter ini menghabiskan Rp 3 juta. Untuk membuatnya dibutuhkan waktu kurang lebih satu bulan.  

“Di pohon Natal ini ada lebih dari 600 lonceng angin yang dikumpulkan dari umat Katolik Sidoarjo. Lonceng di pohon Natal ini akan berbunyi saat angin menerpa,“ ujar Devino Primanda, Koordinator Pembuatan Pohon Natal. 

Sementara Agustinus Ferdian, Pastor Gereja Katolik Santa Maria Snuntiata Sidoarjo mengatakan kertas doa yang terselip di pohon Natal sebagai salah bentuk dan harapan jemaat yang tidak bisa semuanya datang ke gereja pada misal Natal, 25 Desember 2020.

“Jumlah jemaat misa Natal dibatasi hanya seperempat dari total kapasitas geraja.  Selain itu juga menerapkan protokol kesehatan ketat, “ ucapnya.


(TOM)