Polisi Ungkap Hasil Otopsi Satu Keluarga yang Tewas di Blitar

Petugas masih memasang garis polisi untuk proses penyelidikan penyebab kematian satu keluarga di Ngawi (Foto / Metro TV) Petugas masih memasang garis polisi untuk proses penyelidikan penyebab kematian satu keluarga di Ngawi (Foto / Metro TV)

BLITAR : Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela mengaku telah memegang hasil autopsi penyebab kematian satu keluarga di Desa Sumberejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Kejadian itu menewaskan Suyani (67) yang gantung diri dalam kamar dan dua anaknya Nanda Finza Fransiska (22) serta SAP (10) terbaring di tempat tidur.

"Penyebab kematian N korban perempuan akibat kekerasan tumpul pada leher yang sebabkan tertutupnya saluran pernapasan hingga meninggal dunia atau istilahnya mati lemas karena kekurangan oksigen," ujar AKBP Leonard.

Begitupun untuk korban SAP, penyebab kematiannya sama akibat tertutup saluran pernapasan hingga menyebabkan kekurangan oksigen. Hasil ini sesuai autopsi yang dilakukan tim forensik RS Bhayangkara Kediri di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Mardi Waluyo Kota Blitar.

"Penyebab kematian ketiganya sama, tertutup saluran pernapasan yang berakita kekurangan oksigen dan meninggal," katanya.

Dugaan sementara, keduanya dibunuh dengan cara dicekik dan ditutup menggunakan bantal. Korban Nanda sempat berontak sehingga menggalami luka memar di beberapa bagian tubuh. Setelah membunuh kedua anaknya, ayah mereka gantung diri.

Hasil pemeriksaan dan olah TKP, polisi tidak menemukan ada barang-barang yang hilang saat kejadian. Baik motor dan uang yang tersimpan di dalam laci tetap ada. Untuk motif kasus ini masih terus diselidiki polisi.

Saat ini ketiga jenazah sudah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum desa setempat.

 


(ADI)