PASURUAN : Raut wajah kecewa terpancar dari Nizar dan istrinya. Pasutri Desa Cobanjoyo, Kecamatan Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur ini gagal berangkat umrah setelah adanya kebijakan dari Pemerintah Arab Saudi. Untuk sementara, pemerintah Arab menangguhkan seluruh kedatangan jamaah umrah terkait virus korona atau covid-19
Salah satu calon jamaah umrah Nizar mengatakan rencananya akan berangkat umrah ke tanah suci pada awal Maret 2020. Segala persiapan sudah dilakukan, mulai dari koper umrah, syukuran keberangkatan dan pamitan kepada keluarga.
“Ini sudah siap, tinggal berangkat saja sebenarnya,” ungkapnya.
Nizar mengatakan, ia akan berangkat bersama 17 orang lainnya dari Pasuruan. Namun dengan adanya kebijakan penangguhan kedatangan jamaah umrah ke Arab Saudi mereka gagal berangkat.
“Saya dapat kabar pembatalan itu dari pihak travelnya,” terangnya.
Meski demikian, ia dan keluarga lainnya berharap tetap bisa berangkat dan beribadah umrah ke tanah suci. Meskipun hingga saat ini maish belum jelas kapan larangan ini dicabut
“Masih menunggu kejelasan semoga semuanya kembali lancar. Sehingga kami bisa berangkat secepatnya,” tandasnya.
(ADI)