PONOROGO : Buah kurma mudah sekali dijumpai saat bulan ramadhan. Buah yang memiliki rasa manis ini cukup digemari masyarakat, sebagai menu berbuka puasa. Untuk menambah cita rasa,seorang pembuat jajanan getuk lindri di Ponorogo menambah varian olahannya dengan rasa kurma.
Siti Fatimah, seorang pengusaha pembuat getuk asal Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Ponorogo ini setiap hari sibuk memproduksi getuk lindri. Dibantu dengan semua anggota keluarganya, Siti membuat getuk lebih banyak untuk memenuhi pesanan yang meningkat.
Industri rumahan Siti terus bertahan lantaran ia mengeluarkan varian getuk lindri yang anti meanstream. Yakni rasa kurma, khusus di bulan ramadhan.
Proses pembuatan getuk kurma tidak jauh beda dengan getuk varian lainnya. Bahan dasar yang digunakan juga sama, yakni ketela pohon. Ketela yang dikukus selama kurang lebih satu jam lalu ditumbuk agar lebih halus.
Proses ini juga sekaligus membersihkan serat-seratnya ketela. Setelah lembut, adonan lantas dicampur kurma yang telah dihaluskan. Agar lebih menarik, adonan yang sudah tercampur dicetak.
Getuk lindri yang telah jadi lalu didinginkan beberapa saat dan proses terakhir adalah pengemasan.
Menurut Siti varian getuk rasa kurma ini sengaja dibuat untuk melengkapi citarasa saat bulan puasa. hal itu karena buah kurma cukup digemari masyarakat, sehingga mampu meningkatkan jumlah produksinya.
"Awalnya nyoba rasa baru, ternyata respon masyrakat luar biasa. Banyak yang memesan hampir setiap hari getuk rasa kurma ini. Umumnya dibuat untuk buka puasa," ujarnya.
Dia mengatakan dalam satu hari, industri rumahnya itu mampu memproduksi getuk lindri ini hingga sebanyak satu kuintal. Selain rasa kurma, varian lain yang ditawarkan disini yakni original, rasa pandan, strowbery dan kopi mocca.
Satu kotak kemasan berisi delapan bungkus getuk ini dijual seharga Rp 12 ribu.
(ADI)